Senin, 17 Maret 2025

 

NAMA NAMA ORANG JAWA DI ZAMAN KUNO


"Bukan Agus, ini daftar nama-nama yang banyak digunakan berdasarkan data perekaman e-KTP @dukcapilkemendagri," demikian keterangan yang ditulis Bima Arya dalam akun Instagram pribadinya.. Bima Arya juga merilis daftar nama bayi paling populer sepanjang 2024.

Untuk nama perempuan yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP, adalah Nurhayati (254.922 orang), sementara untuk nama laki-laki yang paling banyak digunakan menurut data e-KTP, yaitu Sutrisno (144.497 orang).

Lebih dari 1000 tahun lalu atau era Mataram Kuno nama nama orang dapat kita jumpai melalui berberapa prasasti misalnya Prasasti Panggumulan dan Prasasti Luitan.

Prasasti Pangumulan yang ditulis pada tanggal 26 Poça 824 Çaka atau 27 Desember tahun 902 Masehi, memuat nama-nama anak muda yang turut dalam upacara peresmian sima (daerah perdikan) bernama Pangumulan di wilayah Puluwati (sekarang Puluwatu termasuk Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY)

Kutipan lempeng II baris ke-16 dan 17: “…anakmanuam prana 18 si blondo. si karan. si dayana. si plat. si muga. si kundu. si glo. syalen. si bahu. si glar. (17) si limbu. si tungu, si tidu. si gwari. si kawel. si balubu. si bnal. si drawen. Kapua winasih pasek-pasek wdihan sahlai mas ku 1 in sowan sowan.”(Para pemuda berjumlah 18 orang, yaitu si Blondo, si Karan, si Dayana, si Plat, si Muga, si Kundu, si Glo, si Alen, si Bahu, si Glar, si Limbu, si Tungu. si Tidu, si Gwari, si Kawel, si Balubu, si Bnal, dan si Drawen, semua diberi persembahan, masing-masing [berupa] sehelai bebed dan 1 kupan emas).

Lempeng III baris ke-2 dan 3: “…anakmanuam anakbi si mahyan. si tages. si rikha. si sojara. si widoh. si rampwas. si kadya. si camme panda prana 8 wineh pasek-pasek pirak ma 4 in sowan sowan.” (para pemudi, yaitu si Mahyan, si Tages, si Rikha, si Sojara, si Widoh, si Rampwas, si Kadya, [dan] si Camme. Kedelapan pemudi itu diberi persembahan, masing-masing [berupa] 4 masa perak).

Jadi disana tertulis nama nama 18 pemuda yaitu; si Blondo, si Karan, si Dayana, si Plat, si Muga, si Kundu, si Glo, si Alen, si Bahu, si Glar, si Limbu, si Tungu. si Tidu, si Gwari, si Kawel, si Balubu, si Bnal, dan si Drawen.

Juga terdapat 8 nama pemudi yaitu; si Mahyan, si Tages, si Rikha, si Sojara, si Widoh, si Rampwas, si Kadya, si Camme.


Prasasti Luitan yang berangka tahun 823 saka atau 901 M  ditemukan pada tahun 1976 di desa Pesanggrahan Kesugihan Cilacap. Prasasti ini memuat suatu masalah sosial dari satu kelompok masyarakat, yaitu proses pengenaan pajak atas tanah yang tidak benar. Pada prasasti ini, khususnya baris ke 10-13 tertulis beberapa nama orang pada masa itu diantaranya;

Kelsa, Gupai, Bahud, Kadal, Gupta, Posti, Prabha, Buddhyanta, Tguh, Codhya, Bes, Wahu, Kambang, Radha, Mitra, Rumpun, Wara, Lemeh, Makara, Taraju, Punjang, Saban, Sumangka, Panawungan

Kutipan terjemahan Prasasti Luitan baris 10, 11,12 dan 13 pada satu sisi salah satu lempengnya

10.  sang Lage, manunggu sang Dhanaki, semua diberi mas 4 masa setiap orang. Wahuta di Kapung si Kelsa dan si Gupai diberi pisungsung mas 8 masa setiap orang

11.  Tetua desa di Luitan pada waktu itu mendapat prassti adalah si Bahud ayah Kadal, si gupta ayah Posti, winkas si Prabha ayah Buddhyanta, parujar si Tguh ayah

12.  Codhya, wariga si Bes ayah Wahu, rama yang sudah purna tugas si Kambang ayah Radha, si Mitra ayah Rumpun, si Wara ayah Lemeh, si Makara ayah Taraju, si Punjang ayah Saban, yang menulis

13.  Prasasti penulis dari Tiruan adalah Sumangka dan Panawungan keduanya diberi pisungsung mas 4 mas



 


  NAMA NAMA ORANG JAWA DI ZAMAN KUNO "Bukan Agus, ini daftar nama-nama yang banyak digunakan berdasarkan data perekaman e-KTP @dukcapil...